PRESTASI SMK PARIWISATA LIBERTY PEMALANG

Alhamdulillah… Puji syukur ke hadirat Allah SWT, menjelang Sewindu usia SMK Pariwisata Liberty Pemalang, sudah banyak prestasi yang telah diraih oleh SMK Pariwisata Liberty Pemalang antara lain :

PRESTASI AKADEMIK

1. LULUS 100% SETIAP TAHUN PELAJARAN

2. LULUSAN YANG MASUK DUNIA KERJA 87% DI SETIAP TAHUN PELAJARAN

3. LULUSAN BISA DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI UNTUK SEMUA JURUSAN

4. SUDAH TERAKREDITASI

smk1

PRESTASI NON AKADEMIK

1.  JUARA 1 LOMBA DEBAT BAHASA INGGRIS TINGKAT KABUPATEN PEMALANG 2012

2 . 10 BESAR LOMBA KOMPETENSI SISWA TINGKAT JAWA TENGAH 2012

3.  5 BESAR LOMBA DEBAT BIDANG PARIWISATA TINGKAT JAWA TENGAH 2012

4.  JUARA II MTQ PELAJAR TINGKAT KABUPATEN PEMALANG 2013

5.  JUARA FAVORIT DUTA WISATA KABUPATEN PEMALANG 2013

6.  JUARA II PENCAK SILAT POPDA JAWA TENGAH 2014

7.  JUARA III MODEL BATIK TINGKAT JAWA TENGAH 2014

 

Juara Favorit Duta Wisata Kab. Pemalang 2013

 

Juara II Pencak Silat POPDA JATENG 2014

 

Juara Model Batik 2014 Tingkat Jawa Tengah

 

PRESTASI BIDANG KETENAGAKERJAAN

1. MENJADI TEMPAT PENERIMAAN DAN TEST CALON KARYAWAN SOLARIA RESTAURANT JAKARTA

2. MENJADI REKANAN HOTEL REGINA DALAM HAL TENAGA KERJA CASUAL

3. MENJADI REKANAN HOTEL KARLITA DALAM HAL TENAGA KERJA CASUAL

4. BURSA KERJA KHUSUS (BKK) SMK PARIWISATA LIBERTY MENJADI BKK PALING AKTIF MELAKUKAN REKRUTMEN

smk7

SMK Pariwisata Liberty bekerjasama dengan Horison Hotel Purwokerto

Untuk meningkatkan kemudahan bagi lulusannya, SMK Pariwisata Liberty Pemalang, bekerjasama dengan salah satu hotel berbintang empat  yaitu Horison Hotel Purwokerto. Kerjasama ini meliputi On The Job Trainig, Hotel Visit dan Penempatan Kerja. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan siswa ataupun lulusan SMK Pariwisata Liberty Pemalang akan lebih mudah dalam melakukan kPrkatek Kerja Lapangan, belajar tentang seluk beluk hotel, dan mencari pekerjaan di hotel. Horison Hote Purwokerto telah sepakat untuk memberikan masukan dan saran bagi pengembangan kurikulium SMK Pariwisata Liberty Pemalang agar selalu up to date sehingga bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan inDVC01641dustri perhotelan dewasa ini.

SMK PARIWISATA SUDAH TERAKREDITASI

SMK Pariwisata Liberty Pemalang sudah TERAKREDITASI dan menjalin dengan puluhan hotel berbintang dan kapal pesiar. Dengan demikian kesempatan bekerja bagi lulusan SMK Pariwisata Liberty makin terbuka lebar. Tanggal 26 Januari ini saja SMK Pariwisata Liberty akan melakukan perekrutan 52 orang untuk bekerja di Solaria Restaurant.

Ingin cepat kerja???? Daftar saja di SMK Pariwisata Liberty Pemalang…..!

SMK Pariwisata....4

IMBAL DAYA HOTEL TRAINING DIREKTORAT PSMK

Latar Belakang

 

Kebijakan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2005 – 2009 dititikberatkan pada (1) pemerataan dan perluasan akses pendidikan, (2) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing (3) penguatan tatakelola, akuntabilitas, dan pencitraan publik.

 

Hotel Training sebagai salah satu program yang telah digulirkan sejak tahun 2003, merupakan upaya Direktorat Pembinaan SMK untuk mewujudkan pilar ke 2 (dua) peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing SMK pada bidang perhotelan.

 

SMK Perhotelan yang berkualitas adalah SMK yang mampu memberikan bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan aplikatif sesuai tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan ketenagakerjaan di dunia perhotelan. Karena itu penyelenggaraan pendidikan selayaknya harus dinamis, berkembang secara terbuka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

 

Sehubungan dengan hal tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menyelenggarakan program keahlian perhotelan perlu dilengkapi dengan fasilitas praktik tentang perhotelan yang memenuhi standar kerja perhotelan yang dipersyaratkan. Berdasarkan tuntutan kebutuhan tersebut Direktorat Pembinaan SMK secara bertahap memfasilitasi pembangunan Hotel Training melalui dana Imbal Swadaya Keunggulan Lokal tahun 2007. Tentu dalam mewujudkan upaya tersebut sangat diperlukan adanya keterlibatan Pemerintah Daerah untuk memberikan dukungan dalam bentuk pembinaan, kebijakan, dan dana pendamping.

 

  1. Tujuan

 

Adapun tujuan program Hotel Training ini antara lain adalah :

  1. Pemenuhan fasilitas pembelajaran  bidang perhotelan pada SMK;
  2. Menyediakan sarana praktik perhotelan bagi SMK, yang dikelola sesuai sistem dan standar prosedur yang berlaku di hotel;
  3. Mendorong terwujudnya business plan perhotelan yang menguntungkan secara bisnis;
  4. Menyediakan fasilitas diklat bagi siswa SMK lain yang akan melaksanakan prakerin perhotelan di luar negeri (SMK Outlet).

 

 

  1. Dasar Hukum Dan Kebijakan

 

Dasar hukum pemberian Imbal Swadaya Hotel Training ini dilandasi peraturan perundangan sebagai berikut :

 

  1. Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
  2. Undang-Undang RI No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
  3. Undang-Undang RI No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
  4. Undang-Undang RI No. 15 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara;
  5. Undang-Undang RI No. 8 tahun 2005 tentang Pemerintahan Daerah;
  6. Undang-Undang RI No. 18 tahun 2006 tentang APBN tahun 2007
  7. Peraturan Pemerintah RI No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom;
  8. Peraturan Pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
  9. Peraturan Presiden RI No. 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Tahun 2004 – 2009;
  10. Keppres 80 tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah beberapa kali diubah terakhir dengah Perpres No. 85 tahun 2006;
  11. Peraturan Menteri Keuangan RI No. 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran APBN
  12. Kepmendiknas No 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah;
  13. Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan No. 66/PB/2005 tentang mekanisme pembayaran atas beban APBN;
  14. Surat Dirjen Mandikdasmen No. 905/C1.C3/KU/2006 tanggal 13 Februari 2006 tentang Nomor Rekening Sekolah;
  15. Renstra Depdiknas 2004 – 2009;
  16. Road Map Direktorat Pembinaan SMK 2006 – 2010.

 

  1. Sasaran

Sasaran  Imbal Swadaya Pengembangan SMK Keunggulan Lokal   90 lokasi SMK, yaitu untuk program Pengembangan Keunggulan Lokal (genuine local advanted) dan program Hotel Training.

 

  1. Hasil Yang Diharapkan
    1. Terbangunnya Hotel Training dan fasilitas penunjangnya di SMK sesuai dengan tahapan pencapaian pembangunan;
    2. Meningkatnya kualitas pembelajaran Program Keahlian Hotel dan Restauran  pada SMK tahun pelajaran 2007/2008;
    3. SMK telah menjalankan teaching factory Hotel Training yang dikelola secara bisnis.

 

  1. Nilai Imbal Swadaya

Besarnya nilai imbal swada Pengembangan SMK Keunggulan Lokal adalah Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah)/paket

 

  1. Karakteristik Program

Program Imbal Swadaya Keunggulan lokal memuat dua (2) keperluan program yaitu untuk program Keunggulan Lokal (genuine local advanted) dan program Hotel Training dengan dengan karakteristik sebagai berikut :

  1. Nilai dana pendamping (sharing) minimal sebesar 25% dari nilai dana imbal swadaya, khusus untuk daerah tertinggal (sesuai dengan SK Menkokesra tentang daerah miskin dan tertinggal) dana pendamping minimal sebesar 10% dari nilai dana imbal swadaya.
  2. Dana dikelola secara swakelola dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
  3. Dana Imbal disalurkan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara (Pemerintah Pusat c.q Departemen Keuangan) ke Rekening Sekolah (bukan atas nama pribadi atau yayasan).
  4. Dana Imbal Swadaya disampaikan secara penuh/utuh tanpa potongan pajak baik dari Kas Umum Negara  maupun ke Rekening Sekolah. Kewajiban pajak atas penggunaan dana imbal diselesaikan oleh sekolah penerima dana imbal sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bursa Kerja Khusus

Sebagai bentuk tanggung jawab atas peserta didik, SMK Pariwisata Liberty mempunyai Bursa Kerja Khusus (BKK) Bima Sakti, yang siap menyalurkan kerja lulusan SMK Pariwisata Liberty ke Hotel, Restoran, dan dunia usaha lain.

1

Sampai dengan  tahun pembelajaran 2011/2012 SMK Pariwisata Liberty telah menempatkan 90% yaitu sebanyak 215  orang lulusannya ke hotel – hotel dan restaurant di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

DVC01641

DVC01630

 

101_0105

Peran Kepala Sekolah Pada MBS

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

 

MBS merupakan suatu model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada Sekolah dan mendorong Sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam memenuhi kebutuhan mutu Sekolah atau untuk mencapai sasaran mutu Sekolah. Keputusan partisipatif yang dimaksud adalah cara pengambilan keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbuka dan demokratik, dimana warga Sekolah (guru, siswa, karyawan, orangtua siswa, tokoh masyarakat) didorong untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan yang dapat berkonstribusi terhadap pencapaian tujuan Sekolah.

Konsekuensi penerapan manajemen berbasis Sekolah (MBS) menjadi tanggung jawab dan ditangani oleh Sekolah secara profesional. Aspek-aspek yang menjadi bidang garapan Sekolah meliputi:

a. Perencanaan dan evaluasi program Sekolah,

b. Pengelolaan kurikulum yang bersifat inklusif,

c. Pengelolaan proses belajar mengajar,

d. Pengelolaan ketenagaan

e. Pengelolaan perlengkapan dan peralatan,

f. Pengelolaan keuangan

g. Pelayanan siswa

h. Hubungan Sekolah-masyarakat

i. Pengelolaan iklim Sekolah.

Seperti telah dinyatakan di atas, konsep Manajemen Berbasis Sekolah dalam prakteknya menggambarkan sifat-sifat otonomi Sekolah, dan oleh karenanya sering pula disebut sebagai Site-Based Management, yang merujuk  pada perlunya memperhatikan kondisi dan potensi kelembagaan setempat dalam mengelola Sekolah. Makna “berbasis Sekolah” dalam konsep MBS sama sekali tidak meninggalkan kebijakan-kebijakan startegis yang ditetapkan oleh pemerintah pusat atau daerah otonomi. Misalnya, standar kompetensi siswa, standar materi pelajaran pokok, standar penguasaan minimum, standar pelayanan minimum, penetapan kalender pendidikan dan jumlah jam belajar efektif setiap tahun dan lain-lain (lihat UU No. 20/2003 Pasal 51 PP Nomor 25 tahun 2000 yang telah diubah dengan PP Nomor 33 Tahun 2004 tentang Manajemen Berbasis  Sekolah (MBS) pada hakikatnya adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan  mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Kepala Sekolah sebagai pemimpin di satuan pendidikan menjadi orang yang paling bertanggungjawab meweujudkan misi MBS. Kepala sekolah merupakan motor penggerak bagi sumber daya sekolah terutama guru dan karyawan sekolah. Begitu besarnya peranan kepala sekolah dalam proses pencapaian tujuan pendidikan, sehingga dapat dikatakan bahwa sukses tidaknya suatu sekolah sangat ditentukan oleh kwalitas kepala sekolah terutama dalam  kemampuannya memberdayakan guru dan karyawan ke arah suasana kerja yang kondusif ( positif, menggairahkan, dan produktif).

Pidarta (1997) menyatakan bahwa kepala sekolah memiliki peran dan tanggungjawab sebagai manajer, pemimpin, supervisor, dan administrator pendidikan.

Kepala Sekolah Sebagai Manager

  • mengadakan prediksi masa depan sekolah, misalnya tentang kualitas yang diinginkan masyarakat
  • melakukan inovasi dengan mengambil inisiatif dan kegiatan-kegiatan yang kreatif untuk kemajuan sekolah
  • menciptakan strategi atau kebijakan untuk mensukseskan pikiran-pikiran yang inovatif tersebut
  • menyusun perencanaan, baik perencanaan strategis maupun perencanaan operasional
  • menemukan sumber-sumber pendidikan dan menyediakan fasilitas pendidikan
  • melakukan pengendalian atau kontrol terhadap pelaksanaan pendidikan dan hasilnya

Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin

Dalam pelaksanaannya, keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah sangat dipengaruhi hal-hal sebagai berikut:

  • Kepribadian yang kuat; kepala sekolah harus mengembangkan pribadi agar percaya diri, berani, bersemangat, murah hati, dan memiliki kepekaan sosial.
  • Memahami tujuan pendidikan dengan baik; pemahaman yang baik merupakan bekal utama kepala sekolah agar dapat menjelaskan kepada guru, staf dan pihak lain serta menemukan strategi yang tepat untuk mencapainya.
  • Pengetahuan yang luas; kepala sekolah harus memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas tentang bidang tugasnya maupun bidang yang lain yang terkait.
  • Keterampilan professional yang terkait dengan tugasnya sebagai kepala sekolah, yaitu: (a) keterampilan teknis, misalnya: teknis menyusun jadwal pelajaran, memimpin rapat. (b) keterampilan hubungan kemanusiaan, misalnya : bekerjasama dengan orang lain, memotivasi, guru dan staf (c) Keterampilan konseptual, misalnya mengembangkan konsep pengembangan sekolah, memperkirakan masalah yang akan muncul dan mencari pemecahannya.

Wahjosumidjo berpendapat bahwa kepala sekolah harus:

  • menghindarkan diri dari sikap dan perbuatan yang bersifat memaksa atau bertindak keras terhadap guru, staf dan para siswa;
  • harus mampu melakukan perbuatan yang melahirkan kemauan untuk bekerja dengan penuh semangat dan percaya diri terhadap para guru, staf dan siswa, dengan cara meyakinkan dan membujuk. Meyakinkan (persuade) dilakukan dengan berusaha agar para guru, staf dan siswa percaya bahwa apa yang dilakukan adalah benar. Sedangkan membujuk (induce) adalah berusaha meyakinkan para guru, staf dan siswa bahwa apa yang dilakukan adalah benar.

Mulyasa juga berpendapat bahwa kepala sekolah yang efektif adalah kepala sekolah yang:

  • mampu memberdayakan guru-guru untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik, lancar dan produktif,
  • dapat menyelesaikan tugas dan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan,
  • mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat sehingga dapat melibatkan mereka secara aktif dalam rangka mewujudkan tujuan sekolah dan pendidikan,
  • berhasil menerapkan prinsip kepemimpinan yang sesuai dengan tingkat kedewasaan guru dan pegawai lain di sekolah,
  • bekerja dengan tim manajemen,
  • berhasil mewujudkan tujuan sekolah secara produktif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kepala Sekolah Sebagai Administrator

Sebagai administrator kepala sekolah bertugas:

  • melakukan perencanaan
  • pengorganisasian
  • pengarahan
  • pengkoordinasian
  • pengawasan terhadap bidang-bidang seperti kurikulum, kesiswaan, kantor, kepegawaian, perlengkapan, keuangan, dan perpustakaan.

Oleh karena itu kepala sekolah harus menguasai:

  • pengelolaan pengajaran
  • pengelolaan kepegawaian
  • pengelolaan kesiswaan
  • pengelolaan sarana dan prasarana
  • pengelolaan keuangan dan
  • pengelolaan hubungan sekolah dan masyarakat.

Kepala Sekolah Sebagai Supervisor

Supervisi merupakan kegiatan membina dan dengan membantu pertumbuhan agar setiap orang mengalami peningkatan pribadi dan profesinya. Supervisi adalah usaha memberi layanan kepada guru-guru baik secara individual maupun secara berkelompok dalam usaha memperbaiki pengajaran dengan tujuan memberikan layanan dan bantuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang dilakukan guru di kelas.

Ngalim Purwanto juga mengemukakan bahwa supervisi ialah suatu aktivitas pembinaan yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekolah maupun guru, oleh karena itu program supervisi harus dilakukan oleh supervisor yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengadakan hubungan antar individu dan ketrampilan teknis. Supervisor di dalam tugasnya bukan saja mengandalkan pengalaman sebagai modal utama, tetapi harus diikuti atau diimbangi dengan jenjang pendidikan formal yang memadai.

Dari uraian di atas akhirnya dapat disimpulkan bahwa sesuai dengan peran dan tugas-tugas di atas; kepala sekolah sebagai manajer sekolah dituntut untuk dapat menciptakan manajemen sekolah yang efektif.